Tuesday
Anggap ajah Amal...!
Hari ini tgl 23 Juli 2008, tepatnya jam 12.30 wib aku & hafid (temen kantor) berusaha mencari kehidupan yang lebih baek alias nglamar kerja. Mumpung ada jobfair di UNDIP. Panas & harap2 cemas itu yg kita rasakan. Padahal gak ada apa2.... Sesampai disana, emang banyak perusahaan yang ikut serta dalam job fair kali ini & lebih agak Bonafide dikit (tumben UNDIP). Tapiii...
ada tapinya niii, masuk aja mbayar Rp 20.000,- pake distempel pula tanganku. Bah macam mana pula ini. Dulu gak semahal ini & gak pake stempel2an. Setelah masuk ke gedung auditorium UNDIP... & mulai cari2 perusahaan yg bakalan jadi kandidat utk ane masukin lamaran, bingung ane. Banyak juga. Tapi ada 1 perusahaan yg harus jadi, wajib, kudu ane masukin. Tapi apa yg kudapat... sementara lamaran ditolak karena kurang ijazah & transkrip (bkn krn gak punya, tp gak bawa) ya akhirnya balik lagi.
Fyuh kenapa mesti dipersulit & sedekah Rp 20.000 lagi. Mbok yao di terima dulu, kelengkapan menyusul. Gitu toouw biasanya. Tapi gpp wes ilang 20.000 tumbuh 20.000.000. amiiii.
Gak papa wes semoga ada manfaatnya. Tapii memperkaya UNDIP & Jobstreet doong???
ada tapinya niii, masuk aja mbayar Rp 20.000,- pake distempel pula tanganku. Bah macam mana pula ini. Dulu gak semahal ini & gak pake stempel2an. Setelah masuk ke gedung auditorium UNDIP... & mulai cari2 perusahaan yg bakalan jadi kandidat utk ane masukin lamaran, bingung ane. Banyak juga. Tapi ada 1 perusahaan yg harus jadi, wajib, kudu ane masukin. Tapi apa yg kudapat... sementara lamaran ditolak karena kurang ijazah & transkrip (bkn krn gak punya, tp gak bawa) ya akhirnya balik lagi.
Fyuh kenapa mesti dipersulit & sedekah Rp 20.000 lagi. Mbok yao di terima dulu, kelengkapan menyusul. Gitu toouw biasanya. Tapi gpp wes ilang 20.000 tumbuh 20.000.000. amiiii.
Gak papa wes semoga ada manfaatnya. Tapii memperkaya UNDIP & Jobstreet doong???
Labels: Semarangan
Tiada rotan akarpun jadi...Tiada rumput aspalpun jadi

Tiada rotan akarpun jadi atau tiada rumput aspalpun jadi. begitulah mungkin ungkapan yang tepat untuk anak-anak Semarang ini. Rumput menjadi semakin langka bagi mereka untuk menyalurkan hobi mereka. Lapangan walikotapun tak apa, asal luas. sebegitu padatkah Semrang kota Atlas?Di lain sisi kota Atlas juga menawarkan ke berbagai macam pemandangan yang biasa terjadi di kota2 besar. Sampah yang mengapung di permukaan air sungai yang mengalir di tengah-tengah kota. Dimana tanggung jawab para pemerintah kota? dimana janji janji yang manis & obralan enak didengar? Semuanya hanya OMONG KOSONG BELAKA.
(Walkot&Ps.Johar)
Labels: Semarangan
Subscribe to Posts [Atom]